Jakarta, 26 Juli 2018

Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM bidang audio visual untuk menjawab tantangan persaingan di era globalisasi  sebagai peluang yang sekaligus sebagai tantangan, ketimpangan antara supply dan demand tenaga kerja dapat mengundang banjirnya tenaga kerja asing ke Indonesia,  yang membawa konsekuensi berupa terbukanya kebebasan lebih luas bagi arus barang dan tenaga kerja negara-negara ASEAN masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, tenaga kerja bidang audio visual Indonesia perlu dipersiapkan dan mempersiapkan diri menghadapi peluang dan tantangan tersebut. 

Menyadari hal itu, Persatuan Karyawan dan Televisi bersama dengan asosiasi industri televisi dan pendidikan meyusunan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang audio visual yang difasilitasi oleh Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika yang sudah sampai pada tahapan konvensi nasional.

Untuk SKKNI Bidang Audi Visual, hari ini (26 Juli 2018) dilakukan Sidang Konvensi Nasional untuk membakukan Rancangan SKKNI yang telah divalidasi melalui Pra-Konvensi dan diverifikasi oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mencapai konsensus nasional. Dari Konvensi ini diharapkan para Peserta atau para pemangku kepentingan dari pihak-pihak, pelaku dan asosiasi industri, asosiasi profesi, akademisi bidang audio visual, dan instansi Pemerintah terkait dapat menyetujui draft akhir Rancangan SKKNI yang telah disusun, diperbaiki, dan disempurnakan Tim Perumus RSKKNI setelah melalui sejumlah tahapan, yaitu workshop I, workshop II, Pra Konvensi, dan kini Konvensi serta verifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Konsensus atas draft akhir Rancangan SKKNI untuk selanjutnya akan disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk dapat disahkan menjadi “Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.”